Fakta Fibrosis Kistik Sistem Nafas dan Pencernaan
Fibrosis kistik atau cystic fibrosis (CF) adalah kondisi genetik serius yang mengakibatkan kerusakan parah pada sistem pernapasan dan pencernaan. Kerusakan ini sering terjadi karena penumpukan lendir yang kental dan lengket di organ. Bagian organ yang paling sering terkena yaitu meliputi paru-paru, pankreas, hati, dan usus Menurut https://ferragamooutlet.us.com.
Fibrosis kistik mempengaruhi sel-sel yang memproduksi keringat, lendir, dan enzim pencernaan. Biasanya, cairan yang dikeluarkan tipis dan juga halus seperti minyak zaitun. Tugas cairan tersebut adalah melumasi berbagai organ dan juga jaringan, serta mencegahnya menjadi terlalu kering atau terinfeksi.
Apa penyebabnya
Fibrosis kistik merupakan kondisi yang diturunkan yakni mewarisi gen rusak dari kedua orangtuanya. Gen yang rusak mengandung kode untuk memproduksi protein, yang mengontrol aliran garam dan air di luar organ, termasuk paru-paru dan pankreas. Pada fibrosis kistik, keseimbangan garam terganggu, sehingga menyebabkan terlalu sedikit garam dan air di luar sel dan produksi lendir yang lebih tebal dari biasanya orang yang hanya memiliki satu salinan gen rusak disebut pembawa.
Apa saja gejalanya
Gejala fibrosis kistik bisa bervariasi, tergantung pada setiap individu dan juga tingkat keparahan kondisinya. Selain itu, usia dimana gejala berkembang juga dapat berbeda. Gejala kemungkinan akan muncul pada masa bayi, sementara untuk anak-anak lain, gejala mungkin tidak muncul hingga setelah pubertas atau bahkan di kemudian hari. Seiring berjalannya waktu, gejala yang terkait dengan penyakit ini, dapat menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk.
Komplikasi apa saja yang bisa menimbulkannya
- Saluran udara rusak (bronkiektasis): Fibrosis kistik merupakan salah satu penyebab utama bronkiektasis, yaitu kondisi paru-paru kronis dengan pelebaran abnormal dan jaringan parut pada saluran udara .
- Infeksi kronis: Lendir kental di paru-paru dan sinus memberikan perkembangbiakan yang ideal bagi bakteri dan jamur. Orang yang menderita fibrosis kistik kemungkinan sering mengalami infeksi sinus, bronkitis, dan pneumonia.
- Pertumbuhan di hidung (polip hidung): Karena lapisan di dalam hidung meradang dan bengkak, hal itu bisa mengembangkan pertumbuhan lunak dan berdaging (polip).
Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya
Fibrosis kistik biasanya didiagnosis melalui tes keringat yang dikumpulkan, dan jumlah klorida, komponen garam dalam keringat akan diukur. Jika kadar klorida tinggi, maka menunjukkan indikasi fibrosis kistik. Selain tes keringat, fibrosis kistik juga bisa didiagnosis melalui tes genetik. Tes bisa dilakukan dengan menganalisis sel pipi atau sampel darah.
Bagaimana pengobatannya
- PENYAKIT PARU PARU
- PENCERNAAN
- PARU-PARU

Komentar
Posting Komentar